Chiffon Cake

Jam menunjukkan pukul 5 saat onggokan keju parut tertangkap di sudut mata. Mamiiiiii, ternyata niat eksekusi resep chiffon keju semalam hanya tinggal niat semata. Ngitung-ngitung perkiraan waktu buat bikin adonan dan waktu ngoven keknya ga keburu sampe saatnya berangkat ngantor. Tapi, tapi, tapi, kejuku gimana?? Palingan juga dicemil sampe abis Bisa mubadzir donk *ehem*
Akhirnya tetep nekat bikin. Nimbang bahan, ayak tepung, manasin oven, ngubek-ubek kontainer nyari mikser, blablabla bliblibli akhirnya adonan jadi. Dan baru nyadar si Musuh abadi loyang chiffon lupa ga dipanasin di oven *nangeeeesss*
Mau dipanasin dulu udah ga cukup waktu, udah jam 6 kurang seperempat, darling! Nekat aja dimasukin ke loyang, pasang suhu minimal dan berdoa dengan khusyuk. Dilanjutkan pekerjaan paling mengesalkan akhir, nyuci peralatan yang seabreg. Ini nih yang bikin males bikin cake, peralatannya banyak bingits. Makanya, roti tetep my sanctuary recipe, resep aman anti gagal yang ga merepotkan, enlightning mood banget nget nget. Yaa, palingan sih bikin lengan agak mirip-mirip Xena (dikit kok, dikiiit aja) Gakpapa kan?
Abis cuci-cuci, langsung ngacir ke ringroad, menuju mobil jemputan. Masih sempet nelpon Art, pesen ngeluarin kue kalo si oven udah mati. Sebenernya pingin bilang, sekalian balikin loyangnya di botol, tapi khawatir si mbak ga ngerti dan malah bingung. Yaudah, tinggal pasrah semoga di kue ga mengerut gara-gara ga digantung terbalik.
Sorenya, sepulang dari kantor langsung ngecek loyang di dapur. Alhamdulillah, si kue aman sentosa, Cuma mengerut dikit di leher, gara-gara skip ga dibalik. Alhamdulillah….alhamdulillah….
Chiffon Cake

Chiffon Cake

Oh, resepnya mana? Oke, oke… maaf, seperti biasa kebanyakan ngelanturnya, hehehe. Yuk, cus ke resepnya

Resep Chiffon Cake (by : Ferona)
Bahan :
150 gr tepung terigu protein rendah, ayak
½ sdt soda kue
100 gr keju parut
1 sdt baking powder
½ sdt garam
100 ml susu cair
100 ml minyak goreng
4 kuning telur
100 gr gula
7 putih telur
½ sdt cream of tartar (ga pake, soalnya gak punya, hihihi)
Olesan :
200 gr margarin (ga pake olesan)
200 gr keju parut untuk taburan (lupa ga ditaburin gara2 buru-buru)

Cara membuat :

Aduk rata tepung terigu, baking powder, keju parut, soda kue di wadah yang cukup besar (agar leluasa mengaduknya).
Kocok kuning telur dan 2 sdm gula sampai pucat.
Buat lubang di tengah-tengahnya campuran terigu, masukkan kocokan telur, minyak dan susu. Aduk sampai licin.
Cuci bersih kaki mikser, kocok putih telur dengan sisa gula, masukkan dalam 3 tahap. Pertama, aduk dengan kecepatan rendah sampai berbusa. Kedua, aduk dengan kecepatan sedang dan ketiga dengan kecepatan tinggi sampai adukan putih telur membentuk puncak tumpul.
Masukkan adonan putih telur ke adonan tepung dalam 3 tahap (lagi). Aduk balik hingga tidak ada minyak tertinggal di dasar adonan. (Ambil putih telur bagian atas aja, tinggalkan aja cairan telur yang telah turun di bagian bawah). Hentakkan 2-3 kali untuk menghilangkan udara.
Masukkan ke dalam loyang yang telah dipanaskan (agar adonan tidak keluar melalui sela kunci loyang chiffon). Oven dengan suhu 150′ celcius selama 90 menit. Setelah matang keluarkan dari oven dan letakkan secara terbalik di leher botol selama kurleb 1 jam (kecuali menggunakan loyang berkaki ya). Keluarkan cake dengan bantuan pisau yang tajam.

Tara…. akhirnya kelar juga *ngeluk boyok*

Oiya, catatan hari ini, kalo udah mepet waktu mau ngantor, jangan nekat eksekusi resep lagi. Rempong cyiiin!

***

Kontributor : Umi Fitriani

Advertisements

Pandan Chiffon Cake

Ceritanya ada yang lagi syukuran karena anak pertama diterima di sekolah yang diidam-idamkan setelah sebelumnya harus melewati beberapa test yang diselenggarakan oleh pihak sekolah. So, dibikinlah Pandan Chiffon Cake buat dibagi-bagi untuk teman-teman di musholla lantai 2 Jl. Jagir 104 Surabaya. Semoga berkah ya.

Chiffon Cake ini tidak memakai cream of tar tar yang sampai sekarang memang belum ada sertifikat halalnya. Jadi insyaAllah aman ya.

Pandan Chiffon Cake

Pandan Chiffon Cake

Resep diambil dari blognya Mbak Ricke

Bahan A:

– 100 gram tepung terigu

– 1 ½ sdt baking powder

– 10 gram susu bubuk

– 10 gram tepung maizena

Bahan B:

– 5 kuning telur

– 50 gram gula pasir

– 1 ½ sdt pasta pandan

– 65 ml santan kental (aku pakai Kara kemasan kecil)

– 60 ml minyak goreng

– ½ sdt essence vanilla (optional aja, aku pakai untuk mengurangi bau telur)

Bahan C:

– 7 putih telur (kebetulan di kulkas ada sisa putih telur dari 2 telur, jadi aku tambahin aja)

– 75 gram gula pasir

– ½ sdt garam

Cara Membuat:

– Bahan A: Ayak semua bahan A. Sisihkan.

– Bahan B: Kocok kuning telur dan gula pasir sampai creamy dan kental. Masukkan santan, pasta pandan dan essence vanilla. Aduk rata. Masukkan campuran terigu (bahan A) sedikit demi sedikit sambil diaduk rata dg spatula atau whisker. Terakhir masukkan minyak goreng. Aduk rata. Sisihkan.

– Bahan C: Kocok putih telur dan garam sampai berbusa dan setengah mengembang. Masukkan gula pasir secara bertahap sedikit demi sedikit sambil terus dikocok sampai kaku (cirinya kalo wadah dibalik si putih telur ga tumpah/stay, biasa disebut soft peak). Tapi jangan sampai hilang kilapnya dan overmix ya…berarti udah jadi hard peak tuh!

– Campur 1/3 putih telur ke adonan terigu (adonan hijau). Aduk rata dg spatula atau whisker. Campur lagi 1/3 sisanya dan aduk rata. Berulang sampai habis. Pastikan semua putih telur sudah tercampur rata (well blended) dg adonan. Aduk so gently, biar si busa putih telurnya gak rusak:)

– Tuang ke loyang chiffon (aku pakai diameter 22 cm) tanpa dioles.

– Panggang kurang lebih 50-60 menit sampai matang dan kecoklatan permukaannya.

– Setelah matang keluarkan dari oven dan segera balikkan loyang sampai cake dingin baru dikeluarkan dari loyang dg bantuan pisau tipis. Potong-potong.

Testimoni dari yang sudah icip-icip tadi, chiffon cakenya lembut menul-menul.

***

Kontributor : Dwi Asmi Narita

Dorayaki Untuk Buah Hati

Aku nggak tahu darimana tongkat estafet ‪#‎FoodChallenge‬ ini berawal. Tapi tadi nengok sekilas di group Pasar Forum Shaluhuddin keknya sudah ada pengakuan dosa dari Mbak Kartika Dewanty Sitepu yang kemudian memberikanya kepada Mbak Nur Afri Hadiati Ningrum . Dan setelah itu ternyata tongkat tersebut dilempar kepada diriku yang lugu tak tau apa-apa.

Awalnya rada males nerimanya karena masih dalam masa pertumbuhan eh pemulihan setelah sakit. Tapi karena tuh tongkat udah jauh2 dilempar dari Melbourne, Australia, dan karena tadi malam aku batal bikin puding instan buat bekal anak2 karena ketiduran sampai parak esuk….

So… This is it…. Dorayaki for #FoodChallenge1stDay
Ini tadi bikinnya dua resep sekaligus karena anak-anak doyan banget ngemil. Believe me, rasanya tak seburuk rupanya wkwkwkkw. Ini gampang banget menjadi brownie karena adanya kandungan madu yang lumayan banyak dalam adonannya ‪#‎ngeles‬

dorayaki

Dorayaki

Dorayaki ini memakai resepnya Beta Wicaksono

Bahan:
2 butir telur
80 gram gula pasir
1 sdm madu
1/2 sdt soda kue
50 ml air
130 gram terigu protein rendah (Aku pakai terigu protein sedang)

Cara Membuat:
1. Kocok telur, gula, madu dengan whisk sampai agak mengembang / pucat
(aku pakai mixer biar cepet selesai ngocoknya. Maklum nih pergelangan tangan rada-rada rentan keseleo kalau harus digerakkan dengan cepat)
2. Masukkan tepung dan soda kue. Aduk dengan whisk.
3. Masukkan air. aduk lagi dengan whisk. Diamkan 10 menit. Aduk lagi.
4. Tuang dengan sendok sayur ke teflon datar, api kecil (sebaiknya wajan ditutup, tapi ini opsional). balik adonan setelah muncul gelembung-gelembung dan pinggiran tidak basah. Panggang sebentar dan angkat.

Tips:
1. Tutup dengan serbet dorayaki yang sudah matang (panas) agar dorayaki tetap empuk. Simpan di wadah kedap. Tahan sampai dua hari.
2. Untuk langkah pertama, kuaskan minyak tipis pada teflon, lalu lap dengan tisu halus.
3. Gunakan api kecil.

Tongkat estafet berikutnya awalnya mau kulempar ke kanjeng ratu pantai selatan Mbak Desi Sulistiyawati karena aku penasaran dengan resep sehatnya dari daun kemangi sampai daun pintu dan daun jendela ‪#‎eh‬. Tapi karena sang ratu keknya masih sibuk nyari wangsit resep andalannya, maka kulempar aja dulu tongkatnya ke mbak Inayah Ika Agustia yang sekarang lagi ngidam masak memasak. Tangkap ya Mbak Inayah…

***

Kontributor : Dian Widyaningtyas

Ayam Kremes A la Mama Nung

Ujug-ujug dilemparin tongkat estafet dari Medan dan Banjarmasin oleh chef2 shalihat ; mbak Kartika Dewanty Sitepu dan ading Ihdyna Dyna Roose.

Alhamdulillah faqih udah sehat, anggep aja buat motivasi agar semakin kreatif di dapur dan bisa menyajikan makanan buatan rumah yg sehat demi generasi penerus kita. Eh udah lah, mukadimahnya kepanjangan.

Ini dia, Ayam Kremes ala Mama Nung.
Tercipta setelah nyoba resep sana sini krn resto ayam penyet di Melbourne lg libur dan si kecil ribuuut poll minta penyetan.
Baiklah, sekalian si kecil Nizar ini tepat 3tahun hari ini.
Barokallahu fii umriik yaa Bunayya…

Ayam Kremes A la Mama Nung

Ayam Kremes A la Mama Nung

Resep diambil dari blog Pawon’s Gallery

Untuk 8 porsi

Bahan:

  • 1 kg ayam, dipotong 8 bagian
  • 2000 ml santan sedang dari 1 butir kelapa (kalau ayam belum terendam santan bisa ditambahkan tetapi kalau sudah terendam bisa dikurangi)
  • 3 lembar daun pandan
  • Daun pisang untuk alas panci presto
  • Ragi tape secukupnya

Bumbu Halus:

  • 1 genggam bawang putih ( kurang lebih 8-9 butir )
  • 5 butir kemiri
  • 1 sdm ketumbar, disangrai
  • 2 cm kunyit
  • Garam secukupnya

Cara Membuat:

  1. Lumuri ayam dengan ragi tape. Biarkan 30 menit
  2. Tumis bumbu halus bersama daun pandan hingga harum. Angkat. Sisihkan
  3. Alasi dasar panci presto dengan daun pisang. Masukkan tumisan bumbu halus. Tambahkan santan. Masukkan santan dan ayam. ( ingat, ayam harus terendam santan ). Tutup panci presto hingga bunyi klik
  4. Masak diatas api besar cenderung sedang hingga 30 menit. Kecilkan api sedikit, masak hingga kurleb 40 menit. Matikan api tunggu hingga suara desisnya hilang.
  5. Tunggu hingga ayam dingin baru angkat ayam  agar ayam tidak hancur saat diangkat dan siap digoreng
  6. Goreng dengan api besar agar ayam garing diluar tetapi masih lembut di dalam.
  7. Sajikan dengan sambal limau.

Untuk membuat kremesan, gunakan sisa rebusan ayam.

Kremesan Ayam

Bahan & bumbu kremesan:

– 1 sendok makan tepung sagu

– 1 sendok makan tepung maizena

– 2 sendok makan tepung beras

– 400 ml air sisa merebus ayam

– 1 sendok teh baking powder

– 1 butir kuning telur, kocok lepas

– Minyak yang banyak untuk menggoreng kremesan

Cara Membuat:

  1. Masukkan tepung sagu, maizena, baking powder dan tepung beras ke dalam air sisa rebusan ayam. Aduk rata. Tuang telur ke dalam campuran tepung. Aduk rata. Adonan yang terbentuk encer tidak pekat
  2. Panaskan minyak. Ambil satu sendok makan adonan, tuangkan adonan dengan jarak cukup jauh dari wajan, kira-kira 40 cm dari permukaan minyak. Cara ini untuk membuat adonan menyebar dan tidak menggumpal. Ulangi dan lakukan hingga di permukaan minyak terbentuk cukup banyak kremesan. Biarkan adonan mengeras, siram-siram adonan dengan minyak panas.  Goreng hingga warnanya kecoklatan. Karena sangat remah kremesan mudah sekali berubah menjadi kecoklatan  jadi lakukan dengan cepat dan angkat kremesan menggunakan saringan. Tiriskan kelebihan minyak.


Tongkat berikutnya ke ratu gadget yg ternyata keren sekali di dapur, mbak Dian Widyaningtyas. Semoga berkenan mbakyu…
Berhubung mb dian sedang kurang fit, sudilah kiranya mb Inayah Ika Agustia yg produktif bgt nerima tongkat yah. Please… hehe

***

Dikirim oleh Nur Afri Hadiati Ningrum

Banana Muffin

Selalu gak bosen2 dengan penganan yg berbahan pisang. Makin matang makin enak, makin manisss lah si pisang barangan.
Kepincut dengan muffin pisang yg dipampang jeung Indah Yanu dgn cantiknya dan recipe yg simpel *lg suka yg gampang2 hehhe

Tongkat estafetnya aku lempar jauh ke melbourne aja… Semoga nyampe dan jatuh di halaman jeung Nur Afri Hadiati Ningrum. Mohon diterima ya mbak…

Banana Muffin

Banana Muffin

Resep diambil dari blognya Mbak Diah Didi :

Bahan :
Tiga buah pisang ambon yang benar2 matang, haluskan. Jika susah menghaluskan pisang..tenang, kocok saja dengan mixer sebentar, atau gunakan hand blender.
Tepung terigu protein sedang 190 gram
Gula Pasir 100 gram ( jika suka manis..silahkan di tambah sesuai selera )
Telur 1 butir
Minyak goreng 75 gram
Baking powder 1 sendok teh.
Baking soda 1 sendok teh.
Garam 1/3 sendok teh
Vanili bubuk 1/4 sendok teh
Cara Membuat :
Campur dan ayak tepung terigu, baking powder dan baking soda, taruh di mangkuk besar.
Kocok rata sebentar, pisang, telur, gula , garam, vanili dan minyak goreng. ( Bisa pakai mixer atau whisker )
Ambil mangkuk yang berisi bahan kering ( tepung dll ), buat lubang di tengahnya, lalu tuang adonan basah , Aduk dengan spatula sampai tercampur  asal lembab saja, tidak perlu di aduk kuat2.
Tuang di cup muffin yang sudah di alasi cup kertas.
Oven kira2 30 menit atau lebih, tergantung oven masing2..sampai matang
Tips :
Cara test tusuk kematangan cake atau muffin, tusuk dengan lidi, jika lidi keluar dalam keadaan bersih..nggak tertempel adonan basah..berarti udah matang.

***

Dikirim oleh Kartika Dewanti Sitepu